Senin, 31 Agustus 2015

Melo_Romantic Drama Japan

Last KISS 
Gander of story : Melo-Romantic Japan
Location : Tokyo dan Kyoto, Japan.
Pemeran utama :
1.     Yamada Hanami (Nami) 
2.   Hayashi Yoru (Yoru) 
Pemeran pembantu :
1.                Yamada Maeda (Nami no okaasan / ibu dari nami)
2.               Yamadasan (Nami no otoosan/ ayah dari nami)
3.              Hayashisan (Yoru no otoosan/ ayah dari yoru)
4.              Hayashi mari (Yoru no okaasan/ ibu dari yoru)
5.              Hayashi Moto(Yoru no otootosan/ adik dari yoru)
6.              Funatsu, Keida, dan Shinosuke (Yoru no tomodachi/ sahabat yoru)
7.              Kimura Minamoto (wanita yang menyukai Yoru) 

Written by Erna
Pagi hari yang cerah diakhir musim panas, matahari terik menyinari lapangan basket Tonan Daigaku yang dipenuhi mahasiswi-mahasiswi, berteriak dengan penuh semangat untuk sang idola Tonan Daigaku, Hayashi Yoru. “Yorukun, ganbatte kudasai !!!”
Hayashi Yoru atau biasa disapa Yorukun adalah mahasiswa tahun ke-3 Tonan Daigaku, Jurusan Sastra. Dengan wajah tampan, tinggi badan 182 cm, ahli dalam bela diri karate, olahraga basket dan merupakan vocalis band the Shadow, tidak heran jika hampir seluruh mahasiswi Tonan Daigaku mengidolakan sosok Yorukun. Tak hanya mahasiswi dari Tonan Daigaku yang terpesona dengan yorukun, bahkan mahasiwi dari Seigaku Daigaku berubah seketika menjadi supporter yorukun saat pertandingan basket antara universitas Tonan dan Seigaku yang  berlangsung bulan lalu.
“Yorukun !!! “, funatsu.
Yoru, “hai, wakatta”. Yoru menangkap bola dari funatsu dan melemparkan ke ring basket. Bola pun jatuh dari dalam ring basket. Sontak seluruh mahasiswi yang menontonpun bersorak,.,.” yorukun, sugei !!!”
“Yorukun wo daisuki desu!!!”
Di kantin Tonan University…
Yoru dan para sahabatnya tampak sedang duduk dan menikmati soft drink. Dan di sekitar mereka para mahasiswi sedang memandangi wajah dan badan yoru yang basah karena keringat. Salah satu dari mereka bahkan nekad mengambil langkah untuk memberikan sapu tangan berwarna pink kepada Yoru..
“Yorukun, ini sapu tangan untuk mu, kau sangat hebat…aku menyukaimu!!!” dengan sangat exited..
Yoru, “hai, arigatoo gozaimasu.” (senyum kecil tampak di wajah yoru, ia tak ingin mengecewakan wanita tersebut, sapu tangan pun diambilnya). Dan wanita itu pergi meninggalkannya dengan sangat bahagia.
Shinosuke,“yorukun, omae wa sugei desu yo (kau sangat hebat yah…).
“ah, biasa saja. Aku bisa memasukkan bola ke ring berkat oporan bola dari kalian yang sangat baik,, arigatoo…” yorukun (dengan sikap cold).
Shinosuke, funatsu, keida, “dooitashimasute”. (dengan penuh semangat).
Keida, “chotto matte…!!!” (duduk di atas meja di hadapan yoru). “ aa..ah…bagaiman dengan perjodohanmu? Bukannya kau akan dijodohkan dengan anak tunggal  dari keluarga Yamada?”
Yoru, “hai…demo (sambil berfikir), kekkon ga suki dewa arimasen (saya tidak menyukai pernikahan itu)”. Tanpa ekspresi yoru menjawab pertanyaan dari keida.
Keida,”nani desu ka(ada apa) ? apakah wanita itu tidak cantik?
“aku tak pernah melihatnya bahkan walau hanya sekali, aku belum ingin menikah, lagipula aku tak ingin dijodohkan, aku ingin mencari pendamping hidupku sendiri,” jawab yoru dengan memejamkan kedua matanya dan menghela nafas.
Shinosuke, (dengan nada mengejek), “tapi…sampai hari ini kau masih saja JOMBLO,.aha!!! aku tau, kau sebenarnya mencintaikukan….hahaha, makanya kau tidak tertarik dengan cewek manapun”
Funatsu, “hahaha…(tertawa keras kemudian berhenti), dasar bodoh!!! Jika yoru menyukaimu maka kalian menikah saja, kau jadi ibunya, yoru ayahnya,aku dan keida jadi anaknya. Kita jadi keluarga kecil bahagia….
Shinosuke dan Funatsu pun saling mengolok-olok. Mereka sering melakukan hal itu hampir setiap saat.
Keida, “aku sarankan kau bertemu dengan wanita itu terlebih dahulu sebelum menolak perjodohan itu, mungkn saja wanita itu sangat baik hati sehingga obasan dan ojisan (bibi dan paman) ingin kau menikahinya.”
Yoru hanya terdiam mendengar kata-kata keida. Di antara mereka berteman hanya Keida lah yang memiliki sikap lebih dewasa.
Di rumah keluarga Hayashi…
“itadakimasu…” seluruh keluarga hayashi termaksud yoru sedang menikmati hidangan makan malam 10 jenis makanan lezat khas jepang disajikan di atas meja, membuat Motochan adik yoru sangat bersemangat.
“ano…besok kami berencana untuk menemui keluarga Yamada di Kyota, yoruchan mau ikutkan…” (dengan nada merayu, ibu yoru berusaha untuk mengajak yoru bertemu dengan tunangannya).
“gomen, iranai (maaf, tidak mau). Aku tak setuju dengan perjodohan itu, lagi pula besok malam aku harus tampil di cafĂ© bersama the Shadow. (menjawab dengan nada sinis).
Ayah yoru,” kau memang mahasiswa terpopuler di Tonan university tapi di rumah ini kau tetap anak kami, kau tak pernah mendengarkan kata-kataku dan ibumu. Dulu aku menginginkan kau kuliah di jurusan kedokteran, dan menjadi dokter sepertiku. Tapi kau membangkang, dan tidak menghiraukan kami. Atau, karena kau sangat popular sehingga merasa tidak perlu mendengarkan kami.”  (dengan suara tegas dan tatapan ke depan, ayah yoru merasa kecewa dengan sikap yoru).
Seluruh anggota keluarga pun merasa terkejut dan menghentikan makan, tetapi Motochan masih asyik dengan seluruh masakan yang tersaji dihadapannya.
Yoru kemudian berdiri “gomenasai, aku tidak bermaksud menjadi anak yang pembangkang. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku seperti yang aku inginkan”. (ekspresi menyesal tergambar di wajah tampan yoru yang terpapar cahaya lampu). “aku tau ayah dan ibu ingin keluarga kita bersatu dengan keluarga Yamada, karena keluarga Yamada adalah sahabat ayah dan ibu. Tapi aku tak bisa melakukan itu karena alasan tersebut.”
Ibu yoru (sangat bingung) “ano…lalu apa yang harus ibu katakan kepada keluarga Yamada? Ibu sudah terlanjur mengatakan bahwa yoruchan bersedia hadir…”
Yoru, “bilang saja aku sedang sibuk.” Pergi meninggalkan anggota keluarga yang lain menuju kamar.
Ayah yoru, “apa yang harus aku lakukan kepada anak itu!!!” (merasa sedih).
“sabar ayah, aku yakin yoruchan tidak bermaksud menyakitkan hatimu, dia masih ingin menikmati masa mudahnya.” (berusaha menenangkan hayashisan).

Jam weker berbunyi menunjukkan pukul 6 pagi… di rumah keluarga Hayashi.
Ayah , ibu dan adik yoru sedang bersiap-siap berangkat ke Kyoto. Sedangkan yoru baru bangun dari tidurnya karena semalaman tak bisa tidur. Dari lantai dua, yoru keluar kamar dan berjalan menuju dapur yang berada di lantai 1.
 Ia pun menuang segelas kopi ke cangkirnya kemudian duduk di dekat jendela. Tirai jendela yang terbuka membuat cahaya matahari pagi masuk dan menyinari dapur…tampak yoru sedang memegang cangkir tapi tak  mencoba menyeduh kopi, ia terpaku menatap matahari pagi namun diam membisu.
“Yoruchan, ibu telah memasak untukmu. Apakah kau yakin tak ingin ikut bersama kami.” Ibu yoru (berusaha membujuk yoru untuk kesekian kalinya).
“aku tak bisa, sudah buat janji malam ini dengan teman-temanku.” Yoru (dengan sikap dingin). Ibu yoru, “aku sudah yakin kau pasti menolak, tapi aku masih saja berusaha. Semoga harimu menyenangkan yoruchan.” Dengan rasa kecewa tetapi tetap berusaha tersenyum, ibu yoru meninggalkan yoru dan keluar rumah. Hayashisan dan Motochan tengah menunggu di depan rumah.
“itterashai (kami berangkat), yoruchan…”, ayah, ibu dan adik yoru pun berangkat dengan naik taxi. Yoru dengan suara pelan menjawab, “ittekimasu (selamat jalan)”.

Setelah keluarga yoru berangkat, yoru memutuskan untuk berolahraga di sekitar taman kompleks perumahan elit yang tak jauh dari rumahnya.
Saat sedang berlari pelan kemudian ia berhenti, di saat taman disinari matahari pagi yang lembut, angin bertiup merdu menerbangkan dedaunan yang gugur membuat hati yoru tenang, sejenak ia berfikir dan merasa menyesal membuat ayah dan ibu kecewa. Ia pun memejamkan mata dan menghela nafas panjang. Dan berjanji tidak akan membuat ayah dan ibunya kecewa lebih dari itu.
Yoru pun memulai langkahnya lagi, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara, “yorukun, ohayoo gozaimasu (selamat pagi)...” , yoru menoleh ke belakang, terlihat olehnya seorang wanita bertubuh ramping, dengan rambut terurai sampai bahu, memakai pakaian olahraga yang cukup sexy dan manis membuat para lelaki di sekitarnya terpesona. Dengan sangat manis ia mendekati yoru yang terheran melihatnya.
Minamoto, “yorukun, (tersenyum manis). Kau hanya sendiri ?”
Yoru, “ee…kau???” (tampak kebingungan)
Minamoto, “ah,,,aku sedih kau tak mengenalku,.padahal aku sangat mengenalmu. Emm..hajimemashite (perkenalkan), aku Kimura Minamoto panggil saja Minachan, aku mahasiswi Tonan University tahun ke-3 Jurusan Kesenian. Doozo yoroshiku onegai shimasu (dengan sangat semangat).
“kochira koso onegai shimasu, maaf karena aku tidak mengenalimu,” yoru dengan tenang.
Mereka pun berjalan bersama di sekitar taman, dan menjadi pusat perhatian para pengunjung taman. Mereka tampak seperti Romeo dan Juliete sangat serasih.
“Aku mendengar dari Shinosuke kalau kau akan manggung di caffetaria sebentar malam,.benarkah? (dengan sedikit manja sambil menekuk sedikit kepala ke arah kiri). Minamoto memulai pembicaraan lagi.
“ii (iya),”  singkat yoru. Minamoto, “bolehkah aku menontonmu ?”
Yoru, “hai…(iya). Tentu saja. Aku tak sendiri, aku bersama the Shadow.”
Minamoto, “asyikkk, aku tak sabar mendengar suara mu secara langsung.”
Yoru, “aku harus pulang, sampai jumpa sebentar malam.” (yoru bersikap seperti biasa, ia memperlakukan minamoto sama seperti wanita-wanita lain).
Minamoto (melambaikan tangan ke arah yoru yang berlari menjauhinya dan senyum lebar di bibirnya), “mata atode (sampai jumpa)…”

Pukul 08.00 pm di Caffetaria…
Maafkan aku..u… yang tak menyadari,
bahwa cinta ini..i..i tercipta untukmu..
setelah kau tiada..penyesalanku tak berarti…
ingin ku ulang waktu..u..
berharap mencium mu..meskipun ciuman terakhir..

Seluruh pengunjung tak berkedip melihat penampilan the Shadow band, dengan vokalis tampan Hayashi Yoru, Funatsu sebagai bassis, Keida sebagai pionis, dan Shinosuke sebagai gitaris, berhasil menghipnotis para pengunjung caffe dengan lagu japan melo.
Salah seorang gadis SMA yang bernamaMarina seketika berdiri di hadapan yoru hanya berjarak 10 cm dari wajah tampan yoru, “aku ingin mencium yorukun, yorukun sangat tampan…aku tak kuasa”. (dengan sangat exited). Teman marina kemudian mencegah marina dengan membentangkan kedua tangannya dan menjadi penghalang antara marina dan yoru.
Teman marina, “kau tak boleh melakukan itu!!! (dengan nada tinggi) aku yang harus menciumnya terlebih dahulu, yorukun milikku.”   (dengan malu-malu teman marina juga jatuh cinta kepada yoru).
Marina, “apa yang kau katakan!!! (sangat marah), sadarlah momochan (dengan sangat bijak dan tegas memegang pundak momochan), dia calon kakak iparmu (mendadak malu-malu sendiri)”.
Momochan,”aku telah menolak ajakan yukosenpai untuk berpacaran karena aku ingin menjadi kekasih pertama yorukun.”
Marina, “kalau begitu kau harus menerima ajakan tersebut, karena kau pasti akan patah hati, yorukun akan memilihku.” (dengan sangat yakin dan penuh semangat).
Momochan menjadi sangat kesal, ia pun tak sengaja mendorong marina, marina pun terpeleset dan jatuh dipelukan Shinosuke. Shinosuke menangkap badan marina dari arah belakang, wajah marina dan Shinosuke sangat dekat. Dari arah belakang Shinosuke, Funatsu bercanda dan mendorong Shinosuke sehingga bibir Shinosuke mengenai pipi marina.
Semua pengunjng caffe teriak histeris, “aaaaa….. ^-^  indahnya”.
Marina, “apa yang sedang kau lakukan!!!” (sambil mendorong shinosuke dengan sangat kuat). Marina berlari keluar caffe dan disusul oleh teman-teman genk  yang dipimpinnya termaksud momochan.
Shinosuke tergeletak di atas panggung dan diam membisu tetapi tampak senyum manis di wajah polosnya.
Setelah sekumpulan anak SMA pergi meninggalkan Caffetaria, suasana caffe kembali normal.
Funatsu, Keida, dan Hayashi Yoru sedang menikmati kopi hangat, terkecuali Shinosuke yang sedang menikmati ice cream strawberry dengan lukisan love di atasnya.
Funatsu, “Shinochan, apakah kau sengaja menikmati ice cream untuk mendinginkan bibirmu yang masih panas, akibat ciuman tadi…hahaha”(funatsu tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya yang tampak bodoh).
“kau jahat sekali, aku tak sengaja melakukan itu, lagipula itu karena ulahmu”, shinosuke berusaha membelah diri.
Tiba-tiba seorang gadis cantik dan anggun menghampiri, ternyata dia adalah Kimura Minamoto.
Keida, “konbanwa (selamat malam) minamotosan.”
Minamoto, “konbanwa…” (senyum manis).
Funatsu, “wahh…Minamotochan sangat cantik memakai gaun berwarna merah, seperti matahari di musim panas ini, sangat berkilau.” (funatsu sangat terpesona melihat minamoto dan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun). Minamoto duduk tepat di samping yoru dan memandanginya.

Sedangkan yoru belum memandangi minamoto sama sekali. Ia melamun kemudian terpikir olehnya tentang makan malam keluarganya bersama keluarga Yamada yang dilaksanakan di salah satu restaurant mewah di Kyoto.
“mm…mungkinkah wanita itu kecewa?”, yoru dengan suara pelan tak menyadari bahwa ia tengah bersama teman-temannya.
Minamoto, “nani (apa)...? Wanita yang mana ?”
Yoru tersadar dari lamunan “ah, ano…bukan apa-apa”
Minamoto, “aku mendengar yorukun mengatakan mungkinkah waita itu kecewa,.,.ah tapi mungkin aku hanya salah dengar saja. Yorukun kan tidak mempunyai seorang kekasih.” (berusaha untuk membenarkan ucapan sendiri). Sedangkan yoru masih bersikap dingin.

Di restaurant mewah, di pinggiran kota Kyoto…
“Hayashisan, aku sangat bahagia kita bisa makan malam bersama setelah beberapa tahun lamanya tidak berkumpul seperti ini,”yamada.
Hayashi, “iya, aku juga…terakhir kali bertemu dengan keluarga Yamada saat hanami masih duduk di bangku SMP, sekarang ia telah tumbuh menjadi wanita dewasa.”
Tuan Hayashi, Hayashi Mari, dan Hayashi Moto ,”iya, hanamichan sangat cantik” (pandangan mereka tertuju pada sesosok  wanita muda di sebelah Yamada Maeda, ia adalah anak tunggal dari keluarga Yamada).
Dengan senyum tulus nan cantik, ia membalas pujian tersebut. Jari jemarinya yang putih bagaikan tangan seorang ratu mengangkat gelas bening dan kemudian mendekatkannya ke bibir merah alami, hidungnya yang sangat mancung tak menghalanginya untuk menikmati segelas minuman. Cahaya lampu yang berkilau mengenai mata bulat yang besar nan indah. Rambut hitam berkilau yang terurai bebas hingga ke panggul memperindah penampilannya, dengan gaun putih anggun dan simple serta sepatu merah setinggi 7 cm. ia memiliki tinggi dan bentuk badan yang sempurnah.
Siapa pun yang melihatnya akan berpikir, ia adalah seorang model. Tetapi tidak demikian, ia adalah Yamada Hanami, mahasiswi tahun ke-3 Kyoto University Jurusan Keperawatan.
Hanami, “ano…maaf, hayashi Yoru dimana?” (dengan sedikit gugup hanami bertanya tentang keberadaan yoru, ia sejak daritadi menantikan kedatangan yoru).
Ibu yoru, “mmm…maaf sekali, yoru tidak bisa hadir, sekarang yoru sedang manggung bersama bandnya.” (ibu yoru dengan sangat menyesal mencoba untuk memberitahukan kepada hanami).
Hanami, “baiklah,.” (dengan perasaan sedih hanami mencoba untuk mengerti).
Motochan,”yorukun wa Baka desu (yoru bodoh)…!!! Seandainya saja dia bertemu dengan hanamisan terlebih dahulu sebelum menolak perjodohan ini, dia pasti tidak akan menyesal.” (motochan seketika tersadar, dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya). “aduh…maaf”, motochan (motochan keceplosan mengatakan hal tersebut).
Ayah yoru,”hanamichan jangan khawatir, yoru mengatakan hal tersebut karena belum mengenal mu. Nanti dia pasti akan menyukaimu.”
Ibu yoru, “iya, itu pasti (dengan sangat yakin). Aku ingin kamu menjadi menantu di keluarga kami, menjadi nyonya Hayashi Hanami.” (dengan sangat bersemangat).
Hanami akhirnya tersenyum mendengarkan kata-kata keluarga Hayashi. Dan kembali bersemangat seperti biasanya.
Tuan yamada, “mari kita nikmati makan malam ini, tidak lama lagi peringatan Hanabi akan digelar” (dengan suara lantang, membangkitkan semangat yang lain).
Nyonya yamada, “hai…aku tak sabar melihat ratusan kembang api menghiasi langit malam. Peringatan hanabi yang digelar setiap musim panas mengingatkanku ketika Yamadasan ayah hanami melamarku 21 tahun yang lalu. Sangat indah.” (nyonya yamada yang bercerita dengan sangat bahagia dan penuh penghayatan membangkitkan semangat hanami untuk menanti yoru).

Sementara Hanami sedang menikmati perayaan hanabi di Kyoto bersama keluarga yoru. Di tempat berbeda, di Futago Tama Gawa, yakni sebuah kali yang menjadi perbatasan antara Kawasaki Kanagawa dan Sitagaya Tokyo, Yoru bersama Minamoto dan ketiga teman yoru juga menikmati perayaan hanabi, lebih dari 7000 kembang api yang berwarna warni bergemuru di langit-langit Tokyo dan menghiasi langit malam. Mereka berdiri menyaksikan kembang api yang berkilau di langit bersama dengan pengunjung lainnya. Hanabi merupakan perayaan yang sangat di tunggu-tunggu pada musim panas oleh masyarakat jepang.
Hembusan angin yang semilir-semilir, menerbangkan rambut minamoto yang terurai dengan sangat lembut. Dari samping yoru memandangi wajah minamoto yang tampak cantik di terpa angin malam, terlintas di benaknya  untuk mencoba membuka hatinya kepada sosok minamoto. Yoru menyadari bahwa selama ini ia terlalu bersikap dingin kepada para wanita yang berusaha mendekatinya. Sehingga di usianya yang berinjak 21 tahun ia belum pernah memiliki seorang kekasih.
Meskipun begitu, yoru masih diam seribu bahasa. Ia tak pernah mengetahui dengan pasti keinginan hatinya, terkadang ia tersenyum tetapi tak begitu bahagia. Ia ingin tertawa dengan lepas dan meluapkan perasaan hatinya tapi tak ada satu pun orang yang dapat mengerti dirinya, bahkan dirinya sendiri.

Di Restaurant…
Keluarga Yamada dan keluarga Hayashi tengah menikmati makanan penutup, kecuali hanami. Ia duduk di samping jendela dan melihat ke arah luar, memandangi petasan yang silih berganti mewarnai langit gelap. Tiba-tiba ia mengeluarkan selembar foto dari dalam tasnya,,,ia menatap dengan sangat harap dan mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa suatu saat nanti ia akan bertemu. Itu adalah foto yoru, pemberian dari nyonya hayashi.
Sejak pertama kali melihat foto tersebut, hanami merasakan hal yang berbeda, jantungnya berdebar kencang, senyum mengembang di pipi cantiknya tanpa tauh sebab. Ia melihat foto itu sejak awal masuk kuliah, dan pada saat itu ia merasakan bahwa ia jatuh cinta.
“kau memandangi foto yorukun, yah…”, motochan (tiba-tiba datang dari arah samping).
“ano..iya (dengan sangat malu), kau anak yang manis. Bisa tolong ceritakan padaku tentang yorukun?”, hanami (berusaha membujuk). Motochan kemudian duduk di samping hanami.
“tentu saja,,,yorukun adalah mahasiswa yang sangat popular di kampus bahkan di luar kampus. Yorukun adalah ketua club basket, vocalis band the Shadow, dan ahli dalam bela diri karate. Setiap pulang kuliah, yorukun selalu membawa bingkisan dari para penggemarnya, dan aku selalu menunggunya”, sambil menghayalkan sosok sang kakak yoru menceritakan kepada hanami.
Hanami (dengan wajah penuh selidik sambil mengetuk-ngetuk pipinya dengan jari telunjuk), “mengapa motochan menunggu yorukun pulang? Apa kau sangat mencintai kakak mu?”
Motochan, “hahaha…baka ie (mustahil)”sambil menggelengkan kepalanya. Lanjut motochan, “aku menunggu untuk mengambil seluruh bingkisan tersebut, banyak sekali coklat dan permen.”
Hanami,”oooo….(menganggukan kepala), apa yoru tidak marah? Kau mengambil semua.”
Motochan,”tentu saja tidak, yorukun tidak membutuhkannya. Yorukun tak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun”.
Hanami,“syukurlah…aku sangat legah.” Hanami menjadi sangat semangat dan semakin menyukai yoru.
Hanami,“aku sangat ingin bertemu dengan yorukun, bahkan jika aku sudah mati pun aku akan kembali untuk menemuinya, dan membuatnya jatuh cinta kepadaku.”  Hanami tersenyum lebar. Tiba-tiba terdengar suara Guntur di antara bunyi petasan, para pengunjung perayaan hanabi sangat terkejut, tidak biasanya ada Guntur di musim panas. Namun hal tersebut tidak disadari oleh hanami.
Motochan, “chotto…saat masih SMP yorukun pernah pulang ke rumah dalam keadaan babak belur ia terpaksa harus melawan 10 orang laki-laki yang berusaha mengganggu seorang gadis. Jika saja yorukun tidak bisa karate mungkin ia sudah mati melawan mereka.”
Hanami,”ha!!!” (terkejut)
Motochan,”tapi aku merasa aneh, sekalipun dalam keadaan babak belur yorukun justru tersenyum karena peristiwa tersebut, dan untuk pertama kalinya aku melihat yorukun sangat bahagia.” (motochan berusaha berfikir keras, ia ingin mengetahui mengapa yorukun sangat bahagia pada saat itu).
Tiba-tiba ia menemukan kemungkinan jawaban dari pertanyaannya.
“Yorukun, mungkinkah??? Yorukun…mungkin…mungkin…jatuh cinta kepada gadis itu.” (berdiri dari duduknya dan merasa sangat bahagia seolah-olah ia menemukan harta karun). “Hanamisan, benarkan? nani desuka (ada apa)?” motochan justru merasa bingung melihat hanami yang tiba-tiba terdiam.
Hanami terbawah oleh lamunannya tentang peristiwa 7 tahun yang lalu, saat ia masih duduk di kelas 2 SMP, pada saat itu keluarga Yamada masih tinggal di Tokyo. Sepulang dari acara natal tepat jam 12 malam, hanami berpisah dengan jinko di persimpangan gang karena arah rumah yang berbeda. Saat perjalanan pulang, hanami dihadang oleh 10 pria dewasa yang mengajaknya berpesta, namun hanami menolak ajakan tersebut. Saat berusaha menghindar salah seorang dari mereka menarik tangan hanami, membuat hanami sangat ketakutan dan berteriak. Tiba-tiba seorang lelaki remaja melempari pria tersebut dengan tas dan perkelahian pun tak dapat dihindarkan.
Hanami yang menyaksikan hal tersebut sangat shock, bagaimana mungkin seorang anak lelaki SMP bisa menang melawan 10 pria dewasa. Hanami yang menyaksikan anak lelaki tersebut dihajar, tak kuasa meneteskan air matanya, air mata terus mengalir dari mata bulat hanami dan membasahi pipinya yang merona. Karena tak sanggup menyaksikan, hanami menutup matanya dengan kedua tangannya, ia terduduk di tanah tak berdaya.
Kemudian…ia merasakan seseorang mendekatinya, dengan nafas terengah-engah lelaki yang tidak diketahuinya itu berkata, “kau tidak apa-apa? Maaf jika aku terlambat menolongmu.” Seketika ia terjatuh dari duduknya dan tergeletak di tanah seperti para pria yang dikalahkannya, ia mencoba untuk menahan rasa sakitnya.
Hanami membuka kedua matanya, ia menatap dalam-dalam pria yang tergeletak di hadapannya itu, kemudian berkata “gomenasai..gomenasai..gomenasai..” ia terus memohon maaf dan air mata tak hentinya jatuh.
Lelaki itu mencoba bangun dan kemudian menatap mata hanami, ia berkata “tidak perlu memohon maaf, kau tidak salah. Aku tidak mungkin membiarkan wanita cantik sepertimu terluka”. Tampak senyum manis nan tulus di wajah lelaki itu.
Hanami kemudian menghapus air matanya dan mengeluarkan sapu tangan dari tas ranselnya, ia membasuh wajah lelaki itu yang penuh dengan luka.
Hanami berkata,”doomo arigatoo gozaimashita (terimakasih banyak)…jika bukan karena diriku kau tidak mungkin terluka seperti ini, tolong maafkan aku”. Hanami berulang kali merunduk sebagai ungkapan penyesalannya. Sedangkan lelaki itu hanya terpaku menatap hanami,,,tiba-tiba handphone hanami berbunyi, setelah menerima pesan hanami berpamitan kemudian bergegas pergi ia meninggalkan lelaki itu bersama dengan sapu tangan miliknya. 1 minggu setelah kejadian itu, keluarga Yamada memutuskan untuk pindah ke Kyoto, tuan Yamada di pindah tugaskan di salah satu rumah sakit di Kyoto. Hanami merasa cukup sedih harus pindah  sebelum ia sempat bertemu dengan lelaki itu untuk kedua kalinya.

Sementara hanami masih mengingat masa lalunya, yoru yang baru saja pulang dari perayaan hanabi bersegera tidur.

Bersambung....