Last KISS
Gander of story :
Melo-Romantic Japan
Location : Tokyo
dan Kyoto, Japan.
Pemeran utama :
1. Yamada Hanami (Nami)
2. Hayashi Yoru (Yoru)
Pemeran pembantu :
1.
Yamada Maeda (Nami no okaasan / ibu
dari nami)
2.
Yamadasan (Nami no otoosan/ ayah
dari nami)
3.
Hayashisan (Yoru no otoosan/ ayah
dari yoru)
4.
Hayashi mari (Yoru no okaasan/ ibu
dari yoru)
5.
Hayashi Moto(Yoru no otootosan/
adik dari yoru)
6.
Funatsu, Keida, dan Shinosuke (Yoru
no tomodachi/ sahabat yoru)
7.
Kimura Minamoto (wanita yang
menyukai Yoru)
Pagi hari yang cerah diakhir musim panas,
matahari terik menyinari lapangan basket Tonan Daigaku yang dipenuhi
mahasiswi-mahasiswi, berteriak dengan penuh semangat untuk sang idola Tonan Daigaku,
Hayashi Yoru. “Yorukun, ganbatte kudasai !!!”
Hayashi Yoru atau biasa
disapa Yorukun adalah mahasiswa tahun ke-3 Tonan Daigaku, Jurusan Sastra.
Dengan wajah tampan, tinggi badan 182 cm, ahli dalam bela diri karate, olahraga
basket dan merupakan vocalis band the Shadow, tidak heran jika hampir seluruh
mahasiswi Tonan Daigaku mengidolakan sosok Yorukun. Tak hanya mahasiswi dari
Tonan Daigaku yang terpesona dengan yorukun, bahkan mahasiwi dari Seigaku
Daigaku berubah seketika menjadi supporter yorukun saat pertandingan basket
antara universitas Tonan dan Seigaku yang
berlangsung bulan lalu.
“Yorukun !!!
“, funatsu.
Yoru, “hai,
wakatta”. Yoru menangkap bola
dari funatsu dan melemparkan ke ring basket. Bola pun jatuh dari dalam ring
basket. Sontak seluruh mahasiswi yang menontonpun bersorak,.,.” yorukun, sugei !!!”
“Yorukun wo
daisuki desu!!!”
Di kantin
Tonan University…
Yoru dan para sahabatnya
tampak sedang duduk dan menikmati soft drink. Dan di sekitar mereka para
mahasiswi sedang memandangi wajah dan badan yoru yang basah karena keringat.
Salah satu dari mereka bahkan nekad mengambil langkah untuk memberikan sapu
tangan berwarna pink kepada Yoru..
“Yorukun, ini sapu tangan untuk mu, kau sangat hebat…aku
menyukaimu!!!” dengan sangat exited..
Yoru, “hai, arigatoo gozaimasu.” (senyum kecil tampak di wajah yoru, ia tak ingin mengecewakan
wanita tersebut, sapu tangan pun diambilnya). Dan
wanita itu pergi meninggalkannya dengan sangat bahagia.
Shinosuke,“yorukun,
omae wa sugei desu yo (kau sangat hebat yah…).
“ah,
biasa saja. Aku bisa memasukkan bola ke ring berkat oporan bola dari kalian
yang sangat baik,, arigatoo…” yorukun (dengan
sikap cold).
Shinosuke,
funatsu, keida, “dooitashimasute”. (dengan
penuh semangat).
Keida,
“chotto matte…!!!” (duduk di
atas meja di hadapan yoru). “ aa..ah…bagaiman
dengan perjodohanmu? Bukannya kau akan dijodohkan dengan anak tunggal dari keluarga Yamada?”
Yoru,
“hai…demo (sambil berfikir), kekkon ga suki dewa arimasen (saya tidak menyukai
pernikahan itu)”. Tanpa
ekspresi yoru menjawab pertanyaan dari keida.
Keida,”nani
desu ka(ada apa) ? apakah wanita itu tidak cantik?
“aku
tak pernah melihatnya bahkan walau hanya sekali, aku belum ingin menikah,
lagipula aku tak ingin dijodohkan, aku ingin mencari pendamping hidupku
sendiri,” jawab yoru dengan
memejamkan kedua matanya dan menghela nafas.
Shinosuke,
(dengan nada mengejek), “tapi…sampai hari ini kau masih saja JOMBLO,.aha!!! aku
tau, kau sebenarnya mencintaikukan….hahaha, makanya kau tidak tertarik dengan
cewek manapun”
Funatsu,
“hahaha…(tertawa keras
kemudian berhenti), dasar bodoh!!! Jika yoru
menyukaimu maka kalian menikah saja, kau jadi ibunya, yoru ayahnya,aku dan
keida jadi anaknya. Kita jadi keluarga kecil bahagia….
Shinosuke dan Funatsu pun
saling mengolok-olok. Mereka sering melakukan hal itu hampir setiap saat.
Keida,
“aku sarankan kau bertemu dengan wanita itu terlebih dahulu sebelum menolak
perjodohan itu, mungkn saja wanita itu sangat baik hati sehingga obasan dan
ojisan (bibi dan paman) ingin kau menikahinya.”
Yoru hanya terdiam mendengar
kata-kata keida. Di antara mereka berteman hanya Keida lah yang memiliki sikap
lebih dewasa.
Di rumah
keluarga Hayashi…
“itadakimasu…”
seluruh keluarga hayashi
termaksud yoru sedang menikmati hidangan makan malam 10 jenis makanan lezat
khas jepang disajikan di atas meja, membuat Motochan adik yoru sangat
bersemangat.
“ano…besok kami berencana untuk menemui keluarga Yamada di
Kyota, yoruchan mau ikutkan…” (dengan
nada merayu, ibu yoru berusaha untuk mengajak yoru bertemu dengan tunangannya).
“gomen, iranai (maaf, tidak mau). Aku tak setuju dengan
perjodohan itu, lagi pula besok malam aku harus tampil di café bersama the
Shadow. (menjawab dengan nada
sinis).
Ayah yoru,” kau memang mahasiswa terpopuler di Tonan university
tapi di rumah ini kau tetap anak kami, kau tak pernah mendengarkan kata-kataku
dan ibumu. Dulu aku menginginkan kau kuliah di jurusan kedokteran, dan menjadi
dokter sepertiku. Tapi kau membangkang, dan tidak menghiraukan kami. Atau,
karena kau sangat popular sehingga merasa tidak perlu mendengarkan kami.” (dengan
suara tegas dan tatapan ke depan, ayah yoru merasa kecewa dengan sikap yoru).
Seluruh anggota keluarga pun
merasa terkejut dan menghentikan makan, tetapi Motochan masih asyik dengan
seluruh masakan yang tersaji dihadapannya.
Yoru kemudian berdiri “gomenasai, aku tidak bermaksud menjadi anak yang
pembangkang. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku seperti yang aku inginkan”. (ekspresi
menyesal tergambar di wajah tampan yoru yang terpapar cahaya lampu). “aku tau ayah dan ibu ingin keluarga kita bersatu dengan
keluarga Yamada, karena keluarga Yamada adalah sahabat ayah dan ibu. Tapi aku
tak bisa melakukan itu karena alasan tersebut.”
Ibu yoru (sangat
bingung) “ano…lalu apa yang harus ibu katakan
kepada keluarga Yamada? Ibu sudah terlanjur mengatakan bahwa yoruchan bersedia
hadir…”
Yoru, “bilang saja aku sedang sibuk.” Pergi meninggalkan anggota keluarga yang
lain menuju kamar.
Ayah yoru, “apa yang harus aku lakukan kepada anak itu!!!” (merasa sedih).
“sabar ayah, aku yakin yoruchan tidak bermaksud menyakitkan
hatimu, dia masih ingin menikmati masa mudahnya.” (berusaha menenangkan hayashisan).
Jam weker
berbunyi menunjukkan pukul 6 pagi… di rumah keluarga Hayashi.
Ayah , ibu dan adik yoru
sedang bersiap-siap berangkat ke Kyoto. Sedangkan yoru baru bangun dari
tidurnya karena semalaman tak bisa tidur. Dari lantai dua, yoru keluar kamar
dan berjalan menuju dapur yang berada di lantai 1.
Ia pun menuang segelas kopi ke cangkirnya
kemudian duduk di dekat jendela. Tirai jendela yang terbuka membuat cahaya
matahari pagi masuk dan menyinari dapur…tampak yoru sedang memegang cangkir
tapi tak mencoba menyeduh kopi, ia
terpaku menatap matahari pagi namun diam membisu.
“Yoruchan, ibu telah memasak untukmu. Apakah kau yakin tak ingin
ikut bersama kami.” Ibu yoru (berusaha
membujuk yoru untuk kesekian kalinya).
“aku tak bisa, sudah buat janji malam ini dengan teman-temanku.”
Yoru (dengan sikap dingin). Ibu yoru, “aku sudah yakin kau pasti menolak, tapi aku
masih saja berusaha. Semoga harimu menyenangkan yoruchan.” Dengan rasa
kecewa tetapi tetap berusaha tersenyum, ibu yoru meninggalkan yoru dan keluar
rumah. Hayashisan dan Motochan tengah menunggu di depan rumah.
“itterashai (kami berangkat), yoruchan…”, ayah, ibu dan adik yoru pun berangkat
dengan naik taxi. Yoru dengan suara pelan menjawab, “ittekimasu
(selamat jalan)”.
Setelah keluarga yoru
berangkat, yoru memutuskan untuk berolahraga di sekitar taman kompleks
perumahan elit yang tak jauh dari rumahnya.
Saat sedang berlari pelan
kemudian ia berhenti, di saat taman disinari matahari pagi yang lembut, angin
bertiup merdu menerbangkan dedaunan yang gugur membuat hati yoru tenang,
sejenak ia berfikir dan merasa menyesal membuat ayah dan ibu kecewa. Ia pun
memejamkan mata dan menghela nafas panjang. Dan berjanji tidak akan membuat
ayah dan ibunya kecewa lebih dari itu.
Yoru pun memulai langkahnya
lagi, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara, “yorukun,
ohayoo gozaimasu (selamat pagi)...” , yoru menoleh ke belakang, terlihat
olehnya seorang wanita bertubuh ramping, dengan rambut terurai sampai bahu,
memakai pakaian olahraga yang cukup sexy dan manis membuat para lelaki di
sekitarnya terpesona. Dengan sangat manis ia mendekati yoru yang terheran
melihatnya.
Minamoto,
“yorukun, (tersenyum manis). Kau hanya sendiri ?”
Yoru,
“ee…kau???” (tampak
kebingungan)
Minamoto,
“ah,,,aku sedih kau tak mengenalku,.padahal aku sangat mengenalmu.
Emm..hajimemashite (perkenalkan), aku Kimura Minamoto panggil saja Minachan,
aku mahasiswi Tonan University tahun ke-3 Jurusan Kesenian. Doozo yoroshiku
onegai shimasu (dengan sangat
semangat).
“kochira
koso onegai shimasu, maaf karena aku tidak mengenalimu,” yoru dengan tenang.
Mereka pun berjalan bersama
di sekitar taman, dan menjadi pusat perhatian para pengunjung taman. Mereka
tampak seperti Romeo dan Juliete sangat serasih.
“Aku
mendengar dari Shinosuke kalau kau akan manggung di caffetaria sebentar
malam,.benarkah? (dengan
sedikit manja sambil menekuk sedikit kepala ke arah kiri). Minamoto memulai
pembicaraan lagi.
“ii
(iya),” singkat yoru. Minamoto,
“bolehkah aku menontonmu ?”
Yoru,
“hai…(iya). Tentu saja. Aku tak sendiri, aku bersama the Shadow.”
Minamoto,
“asyikkk, aku tak sabar mendengar suara mu secara langsung.”
Yoru,
“aku harus pulang, sampai jumpa sebentar malam.” (yoru bersikap seperti biasa, ia memperlakukan minamoto sama
seperti wanita-wanita lain).
Minamoto
(melambaikan tangan ke arah yoru yang berlari menjauhinya dan senyum lebar di
bibirnya), “mata atode (sampai jumpa)…”
Pukul 08.00 pm di Caffetaria…
Maafkan
aku..u… yang tak menyadari,
bahwa
cinta ini..i..i tercipta untukmu..
setelah
kau tiada..penyesalanku tak berarti…
ingin
ku ulang waktu..u..
berharap
mencium mu..meskipun ciuman terakhir..
Seluruh
pengunjung tak berkedip melihat penampilan the Shadow band, dengan vokalis
tampan Hayashi Yoru, Funatsu sebagai bassis, Keida sebagai pionis, dan
Shinosuke sebagai gitaris, berhasil menghipnotis para pengunjung caffe dengan
lagu japan melo.
Salah
seorang gadis SMA yang bernamaMarina seketika berdiri di hadapan yoru hanya
berjarak 10 cm dari wajah tampan yoru, “aku ingin
mencium yorukun, yorukun sangat tampan…aku tak kuasa”. (dengan sangat
exited). Teman marina kemudian mencegah marina dengan membentangkan kedua
tangannya dan menjadi penghalang antara marina dan yoru.
Teman marina, “kau tak boleh melakukan itu!!! (dengan nada tinggi) aku yang harus menciumnya terlebih dahulu, yorukun
milikku.” (dengan malu-malu
teman marina juga jatuh cinta kepada yoru).
Marina, “apa yang kau katakan!!! (sangat marah), sadarlah momochan
(dengan sangat bijak dan tegas memegang pundak momochan), dia calon kakak iparmu (mendadak malu-malu
sendiri)”.
Momochan,”aku telah menolak ajakan yukosenpai untuk berpacaran
karena aku ingin menjadi kekasih pertama yorukun.”
Marina, “kalau begitu kau harus menerima ajakan tersebut, karena
kau pasti akan patah hati, yorukun akan memilihku.” (dengan sangat yakin dan penuh semangat).
Momochan
menjadi sangat kesal, ia pun tak sengaja mendorong marina, marina pun
terpeleset dan jatuh dipelukan Shinosuke. Shinosuke menangkap badan marina dari
arah belakang, wajah marina dan Shinosuke sangat dekat. Dari arah belakang
Shinosuke, Funatsu bercanda dan mendorong Shinosuke sehingga bibir Shinosuke
mengenai pipi marina.
Semua
pengunjng caffe teriak histeris, “aaaaa….. ^-^ indahnya”.
Marina, “apa yang sedang kau lakukan!!!” (sambil mendorong shinosuke dengan sangat
kuat). Marina berlari keluar caffe dan disusul oleh teman-teman genk yang dipimpinnya termaksud momochan.
Shinosuke
tergeletak di atas panggung dan diam membisu tetapi tampak senyum manis di
wajah polosnya.
Setelah
sekumpulan anak SMA pergi meninggalkan Caffetaria, suasana caffe kembali
normal.
Funatsu,
Keida, dan Hayashi Yoru sedang menikmati kopi hangat, terkecuali Shinosuke yang
sedang menikmati ice cream strawberry dengan lukisan love di atasnya.
Funatsu, “Shinochan, apakah kau sengaja menikmati ice cream
untuk mendinginkan bibirmu yang masih panas, akibat ciuman tadi…hahaha”(funatsu tertawa terbahak-bahak melihat
sahabatnya yang tampak bodoh).
“kau jahat sekali, aku tak sengaja melakukan itu, lagipula itu
karena ulahmu”, shinosuke
berusaha membelah diri.
Tiba-tiba
seorang gadis cantik dan anggun menghampiri, ternyata dia adalah Kimura
Minamoto.
Keida, “konbanwa (selamat malam) minamotosan.”
Minamoto, “konbanwa…” (senyum manis).
Funatsu, “wahh…Minamotochan sangat cantik memakai gaun berwarna
merah, seperti matahari di musim panas ini, sangat berkilau.” (funatsu sangat terpesona melihat minamoto
dan tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun). Minamoto duduk tepat di
samping yoru dan memandanginya.
Sedangkan
yoru belum memandangi minamoto sama sekali. Ia melamun kemudian terpikir
olehnya tentang makan malam keluarganya bersama keluarga Yamada yang
dilaksanakan di salah satu restaurant mewah di Kyoto.
“mm…mungkinkah wanita itu kecewa?”, yoru dengan suara pelan tak menyadari
bahwa ia tengah bersama teman-temannya.
Minamoto,
“nani (apa)...? Wanita yang mana ?”
Yoru
tersadar dari lamunan “ah, ano…bukan apa-apa”
Minamoto, “aku mendengar yorukun mengatakan mungkinkah waita itu
kecewa,.,.ah tapi mungkin aku hanya salah dengar saja. Yorukun kan tidak
mempunyai seorang kekasih.” (berusaha
untuk membenarkan ucapan sendiri). Sedangkan yoru masih bersikap dingin.
Di restaurant mewah, di pinggiran kota Kyoto…
“Hayashisan,
aku sangat bahagia kita bisa makan malam bersama setelah beberapa tahun lamanya
tidak berkumpul seperti ini,”yamada.
Hayashi,
“iya, aku juga…terakhir kali bertemu dengan keluarga Yamada saat hanami masih
duduk di bangku SMP, sekarang ia telah tumbuh menjadi wanita dewasa.”
Tuan
Hayashi, Hayashi Mari, dan Hayashi Moto ,”iya, hanamichan
sangat cantik” (pandangan mereka tertuju pada sesosok wanita muda di sebelah Yamada Maeda, ia
adalah anak tunggal dari keluarga Yamada).
Dengan
senyum tulus nan cantik, ia membalas pujian tersebut. Jari jemarinya yang putih
bagaikan tangan seorang ratu mengangkat gelas bening dan kemudian
mendekatkannya ke bibir merah alami, hidungnya yang sangat mancung tak
menghalanginya untuk menikmati segelas minuman. Cahaya lampu yang berkilau
mengenai mata bulat yang besar nan indah. Rambut hitam berkilau yang terurai
bebas hingga ke panggul memperindah penampilannya, dengan gaun putih anggun dan
simple serta sepatu merah setinggi 7 cm. ia memiliki tinggi dan bentuk badan
yang sempurnah.
Siapa
pun yang melihatnya akan berpikir, ia adalah seorang model. Tetapi tidak
demikian, ia adalah Yamada Hanami, mahasiswi tahun ke-3 Kyoto University
Jurusan Keperawatan.
Hanami, “ano…maaf, hayashi Yoru dimana?” (dengan sedikit gugup hanami bertanya
tentang keberadaan yoru, ia sejak daritadi menantikan kedatangan yoru).
Ibu yoru, “mmm…maaf sekali, yoru tidak bisa hadir, sekarang yoru
sedang manggung bersama bandnya.” (ibu
yoru dengan sangat menyesal mencoba untuk memberitahukan kepada hanami).
Hanami, “baiklah,.” (dengan
perasaan sedih hanami mencoba untuk mengerti).
Motochan,”yorukun wa Baka desu (yoru bodoh)…!!! Seandainya saja
dia bertemu dengan hanamisan terlebih dahulu sebelum menolak perjodohan ini,
dia pasti tidak akan menyesal.” (motochan
seketika tersadar, dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya). “aduh…maaf”, motochan (motochan keceplosan
mengatakan hal tersebut).
Ayah yoru,”hanamichan jangan khawatir, yoru mengatakan hal
tersebut karena belum mengenal mu. Nanti dia pasti akan menyukaimu.”
Ibu yoru, “iya, itu pasti (dengan
sangat yakin). Aku ingin kamu menjadi menantu di
keluarga kami, menjadi nyonya Hayashi Hanami.” (dengan sangat
bersemangat).
Hanami
akhirnya tersenyum mendengarkan kata-kata keluarga Hayashi. Dan kembali
bersemangat seperti biasanya.
Tuan yamada, “mari kita nikmati makan malam ini, tidak lama lagi
peringatan Hanabi akan digelar” (dengan
suara lantang, membangkitkan semangat yang lain).
Nyonya yamada, “hai…aku tak sabar melihat ratusan kembang api
menghiasi langit malam. Peringatan hanabi yang digelar setiap musim panas
mengingatkanku ketika Yamadasan ayah hanami melamarku 21 tahun yang lalu.
Sangat indah.” (nyonya yamada
yang bercerita dengan sangat bahagia dan penuh penghayatan membangkitkan
semangat hanami untuk menanti yoru).
Sementara
Hanami sedang menikmati perayaan hanabi di Kyoto bersama keluarga yoru. Di
tempat berbeda, di Futago Tama Gawa, yakni sebuah kali yang menjadi perbatasan
antara Kawasaki Kanagawa dan Sitagaya Tokyo, Yoru bersama Minamoto dan ketiga
teman yoru juga menikmati perayaan hanabi, lebih dari 7000 kembang api yang
berwarna warni bergemuru di langit-langit Tokyo dan menghiasi langit malam. Mereka
berdiri menyaksikan kembang api yang berkilau di langit bersama dengan
pengunjung lainnya. Hanabi merupakan perayaan yang sangat di tunggu-tunggu pada
musim panas oleh masyarakat jepang.
Hembusan
angin yang semilir-semilir, menerbangkan rambut minamoto yang terurai dengan
sangat lembut. Dari samping yoru memandangi wajah minamoto yang tampak cantik
di terpa angin malam, terlintas di benaknya
untuk mencoba membuka hatinya kepada sosok minamoto. Yoru menyadari
bahwa selama ini ia terlalu bersikap dingin kepada para wanita yang berusaha
mendekatinya. Sehingga di usianya yang berinjak 21 tahun ia belum pernah
memiliki seorang kekasih.
Meskipun
begitu, yoru masih diam seribu bahasa. Ia tak pernah mengetahui dengan pasti
keinginan hatinya, terkadang ia tersenyum tetapi tak begitu bahagia. Ia ingin
tertawa dengan lepas dan meluapkan perasaan hatinya tapi tak ada satu pun orang
yang dapat mengerti dirinya, bahkan dirinya sendiri.
Di
Restaurant…
Keluarga
Yamada dan keluarga Hayashi tengah menikmati makanan penutup, kecuali hanami.
Ia duduk di samping jendela dan melihat ke arah luar, memandangi petasan yang silih
berganti mewarnai langit gelap. Tiba-tiba ia mengeluarkan selembar foto dari
dalam tasnya,,,ia menatap dengan sangat harap dan mencoba untuk meyakinkan
dirinya bahwa suatu saat nanti ia akan bertemu. Itu adalah foto yoru, pemberian
dari nyonya hayashi.
Sejak
pertama kali melihat foto tersebut, hanami merasakan hal yang berbeda,
jantungnya berdebar kencang, senyum mengembang di pipi cantiknya tanpa tauh
sebab. Ia melihat foto itu sejak awal masuk kuliah, dan pada saat itu ia
merasakan bahwa ia jatuh cinta.
“kau memandangi foto yorukun, yah…”, motochan (tiba-tiba datang dari arah samping).
“ano..iya (dengan
sangat malu), kau anak yang manis. Bisa tolong
ceritakan padaku tentang yorukun?”, hanami (berusaha membujuk). Motochan
kemudian duduk di samping hanami.
“tentu saja,,,yorukun adalah mahasiswa yang sangat popular di
kampus bahkan di luar kampus. Yorukun adalah ketua club basket, vocalis band
the Shadow, dan ahli dalam bela diri karate. Setiap pulang kuliah, yorukun
selalu membawa bingkisan dari para penggemarnya, dan aku selalu menunggunya”, sambil menghayalkan sosok sang kakak yoru
menceritakan kepada hanami.
Hanami (dengan
wajah penuh selidik sambil mengetuk-ngetuk pipinya dengan jari telunjuk), “mengapa motochan menunggu yorukun pulang? Apa kau sangat
mencintai kakak mu?”
Motochan, “hahaha…baka ie (mustahil)”sambil menggelengkan
kepalanya. Lanjut motochan, “aku menunggu untuk mengambil seluruh bingkisan
tersebut, banyak sekali coklat dan permen.”
Hanami,”oooo….(menganggukan
kepala), apa yoru tidak marah? Kau mengambil
semua.”
Motochan,”tentu saja tidak, yorukun tidak membutuhkannya.
Yorukun tak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun”.
Hanami,“syukurlah…aku sangat legah.” Hanami menjadi sangat semangat dan semakin
menyukai yoru.
Hanami,“aku sangat ingin bertemu dengan yorukun, bahkan jika aku
sudah mati pun aku akan kembali untuk menemuinya, dan membuatnya jatuh cinta
kepadaku.” Hanami tersenyum lebar. Tiba-tiba
terdengar suara Guntur di antara bunyi petasan, para pengunjung perayaan hanabi
sangat terkejut, tidak biasanya ada Guntur di musim panas. Namun hal tersebut
tidak disadari oleh hanami.
Motochan, “chotto…saat masih SMP yorukun pernah pulang ke rumah
dalam keadaan babak belur ia terpaksa harus melawan 10 orang laki-laki yang berusaha
mengganggu seorang gadis. Jika saja yorukun tidak bisa karate mungkin ia sudah
mati melawan mereka.”
Hanami,”ha!!!” (terkejut)
Motochan,”tapi aku merasa aneh, sekalipun dalam keadaan babak
belur yorukun justru tersenyum karena peristiwa tersebut, dan untuk pertama
kalinya aku melihat yorukun sangat bahagia.” (motochan berusaha berfikir keras, ia ingin mengetahui
mengapa yorukun sangat bahagia pada saat itu).
Tiba-tiba
ia menemukan kemungkinan jawaban dari pertanyaannya.
“Yorukun,
mungkinkah??? Yorukun…mungkin…mungkin…jatuh cinta kepada gadis itu.” (berdiri dari duduknya dan merasa sangat
bahagia seolah-olah ia menemukan harta karun). “Hanamisan,
benarkan? nani desuka (ada apa)?” motochan justru merasa bingung melihat
hanami yang tiba-tiba terdiam.
Hanami
terbawah oleh lamunannya tentang peristiwa 7 tahun yang lalu, saat ia masih
duduk di kelas 2 SMP, pada saat itu keluarga Yamada masih tinggal di Tokyo.
Sepulang dari acara natal tepat jam 12 malam, hanami berpisah dengan jinko di
persimpangan gang karena arah rumah yang berbeda. Saat perjalanan pulang,
hanami dihadang oleh 10 pria dewasa yang mengajaknya berpesta, namun hanami
menolak ajakan tersebut. Saat berusaha menghindar salah seorang dari mereka
menarik tangan hanami, membuat hanami sangat ketakutan dan berteriak. Tiba-tiba
seorang lelaki remaja melempari pria tersebut dengan tas dan perkelahian pun
tak dapat dihindarkan.
Hanami
yang menyaksikan hal tersebut sangat shock, bagaimana mungkin seorang anak
lelaki SMP bisa menang melawan 10 pria dewasa. Hanami yang menyaksikan anak
lelaki tersebut dihajar, tak kuasa meneteskan air matanya, air mata terus
mengalir dari mata bulat hanami dan membasahi pipinya yang merona. Karena tak
sanggup menyaksikan, hanami menutup matanya dengan kedua tangannya, ia terduduk
di tanah tak berdaya.
Kemudian…ia
merasakan seseorang mendekatinya, dengan nafas terengah-engah lelaki yang tidak
diketahuinya itu berkata, “kau tidak apa-apa? Maaf
jika aku terlambat menolongmu.” Seketika ia terjatuh dari duduknya dan
tergeletak di tanah seperti para pria yang dikalahkannya, ia mencoba untuk
menahan rasa sakitnya.
Hanami
membuka kedua matanya, ia menatap dalam-dalam pria yang tergeletak di
hadapannya itu, kemudian berkata “gomenasai..gomenasai..gomenasai..”
ia terus memohon maaf dan air mata tak hentinya jatuh.
Lelaki
itu mencoba bangun dan kemudian menatap mata hanami, ia berkata “tidak perlu memohon maaf, kau tidak salah. Aku tidak
mungkin membiarkan wanita cantik sepertimu terluka”. Tampak senyum manis
nan tulus di wajah lelaki itu.
Hanami
kemudian menghapus air matanya dan mengeluarkan sapu tangan dari tas ranselnya,
ia membasuh wajah lelaki itu yang penuh dengan luka.
Hanami
berkata,”doomo arigatoo gozaimashita (terimakasih banyak)…jika bukan karena
diriku kau tidak mungkin terluka seperti ini, tolong maafkan aku”. Hanami berulang kali merunduk sebagai
ungkapan penyesalannya. Sedangkan lelaki itu hanya terpaku menatap
hanami,,,tiba-tiba handphone hanami berbunyi, setelah menerima pesan hanami berpamitan
kemudian bergegas pergi ia meninggalkan lelaki itu bersama dengan sapu tangan
miliknya. 1 minggu setelah kejadian itu, keluarga Yamada memutuskan untuk
pindah ke Kyoto, tuan Yamada di pindah tugaskan di salah satu rumah sakit di
Kyoto. Hanami merasa cukup sedih harus pindah
sebelum ia sempat bertemu dengan lelaki itu untuk kedua kalinya.
Sementara
hanami masih mengingat masa lalunya, yoru yang baru saja pulang dari perayaan
hanabi bersegera tidur.
Bersambung....